• PT DaFa Teknoagro Mandiri

    PT DaFa Teknoagro Mandiri adalah perusahaan Swasta nasional yang bergerak dalam produksi berbagai bibit tanaman unggul dengan memanfaatkan berbagai teknologi khususnya teknologi kultur jaringan (tissue culture). Dengan  sumber daya yang dimiliki, terutama tenaga-tenaga terdidik dan terampil didukung dengan sarana dan fasilitas yang cukup memadai, diharapkan dapat memberi sumbangan yang berarti dalam mengidentifikasi, menyeleksi dan memproduksi bibit –bibit  tanaman unggul yang hasil tanamannya diorientasikan kepada pasar.

    Perusahaan kami merupakan salah satu pionir dalam mengembangkan perbanyakan bibit tanaman dengan teknik kultur jaringan (TISSUE CULTURE) secara komersial. Salah satu jenis bibit tanaman yang kami kembangkan adalah bibit Pisang dengan jenis-jenis a.l. Ambon, Barangan, Tanduk, Kepok, Raja Bulu, Cavendish dll termasuk jenis-jenis lokal seperti Pisang Jantan (Sumatera Barat) dan Pisang Mulubebe (Maluku Utara). Bibit Pisang produksi kami telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

     

    Alamat:
    PP DARUL FALLAH
    Jl. Raya Bogor - Ciampea KM. 12
    Bogor 16620
    Jawa Barat

     

    E-mail: ptdafa@gamil.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
    Telepon: Telp : 0251. 8425 416
    Fax: Fax : 0251. 8622 472

     

    Keterangan: www.dafataman.com



    1 comment
  • Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu...

    Bagi yang ingin mengenal lebih dekat tentang kultur jaringan dan ingin praktek langsung bagaimana menanam tanaman didalam botol tanpa media tanah.., temukan pengalaman baru anda dengan mengikuti pelatihan kultur jaringan, berikut kami perkenalkan salah satu tempat yang bisa anda jadikan acuan untuk mengikuti pelatihan kuljar, DaFa Taman adalah salah satu Perusahaan Kultur Jaringan terbesar di Indonesia dengan pengamalan yang sudah matang dan sumberdaya yang terpercaya, memberikan jasa pelatihan kultur jaringan bagi semua kalangan tanpa terkecuali.

    Pelatihan Kultur Jaringan

    Panduan Pelatihan PT. DaFa Teknoagro Mandiri


    1 Peserta  Pelatihan Individual / Kolektif


    2 Biaya Rp 3.000.000,-/ orang       

    Termasuk:

    1.       Materi Kuliah

    2.       Training Kit

    3.       Makan siang

    4.       Souvenir tanaman

    5.       Sertifikat

     
    3   Waktu   5 hari kerja, 60 % Pratikum, 40 % Kuliah Magang sesuai kegiatan produksi PT DaFa Teknoagro Mandiri


    4  Materi :
       

    1.  Teori mengenai beberapa pengertian penting dalam teknik kultur jaringan tanaman

    2.  Teori dan praktek mengenai tahap-tahap perbanyakan bibit tanaman melalui teknik kultur jaringan

    3. Pengelolaan usaha kultur jaringan tanaman

    4. Pendalaman praktek kultur jaringan tanaman

    5  Target Instruksional  Mampu bekerja dalam Laboratorium Kultur Jaringan

    6 Pengajar
       

    1.        Ir. Nursyamsu Mahyuddin, M.Si

    2.        Muhammad Adil S.Si

    3.        Ety Sulastianti, S.Si

     
    NB :

    1. Jenis tanaman yang akan dipelajari dalam pelatihan dapat  didiskusikan.

    2. Biaya tersebut belum termasuk biaya untuk penginapan dan  makan.

    Bagi yang berminat dapat menghubungi:

                
    PP. Darul Fallah Jl. Raya Bogor - Ciampea Km. 12 Bogor

    Telp.(0251) 8425416, 8622472, Fax. (0251) 8622472

    Email: ptdafa@gmail.com

    http://dafataman.com/taman/services/pelatihan-kultur-jaringan.html

    -------------------------------------


    1 comment
  • Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu...
    Bismillaahirrohmaanirrohiim ....

    KEUNTUNGAN PEMANFAATAN  KULTUR JARINGAN

    ¨ Pengadaan bibit tidak tergantung musim

    ¨ Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak. Dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari 

       satu mata tunas yang sudah respon dalam 1  tahun dapat dihasilkan minimal 10.000

       planlet/bibit)

    ¨ Bibit yang dihasilkan seragam

    ¨ Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu)

    ¨ Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah

    ¨ Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama, penyakit, dan deraan lingkungan

      lainnya

    KULTUR jaringan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membuat bagian tanaman (akar, tunas, jaringan tumbuh tanaman) tumbuh menjadi tanaman utuh (sempurna) dikondisi invitro (didalam gelas).

    Keuntungan dari kultur jaringan lebih hemat tempat, hemat waktu, dan tanaman yang diperbanyak dengan kultur jaringan mempunyai sifat sama atau seragam dengan induknya. Contoh tanaman yang sudah lazim diperbanyak secara kultur jaringan adalah tanaman anggrek.

     

    dephut.go.id

     


    your comment
  • Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu...
    Bismillaahirrohmaanirrohiim ....

    Metode kultur jaringan

    Kultur Jaringan '

    Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap.


    Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril.

    Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif.

    Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga  tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.


    Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:
    1)    Pembuatan media
    2)    Inisiasi
    3)    Sterilisasi
    4)    Multiplikasi
    5)    Pengakaran
    6)    Aklimatisasi

    Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan.  Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon.


    Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain.  Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan.  Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca.  Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.

    Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas.

    Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan.  Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril. 

    Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan.  Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.

    Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik.  Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur.

    Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri).

    Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.

    Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan, antara lain adalah: jati, sengon, akasia, dll.

    Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik, bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif, terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat.

    dephut.go.id


    your comment
  • Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu...
    Bismillaahirrohmaanirrohiim ....
    SEKILAS TENTANG KULTUR JARINGAN

    Kultur Jaringan '


    Kultur Jaringan merupakan bagian dari revolusi bioteknologi, yaitu suatu teknik perbanyakan tanaman melalui bagian-bagian tanaman, seperti meristem tunas, batang atau daun, yang pengerjaannya secara aseptik di laboratorium. Dengan teknik kultur jaringan akan dihasilkan bibit yang sehat, tidak membawa penyakit, serta memiliki pertumbuhan yang baik dan seragam. Melalui teknik ini dimungkinkan untuk menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dalam waktu yang cepat.

    Perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan dilakukan dengan beberapa tahap yakni:


    1. Tahap Inisiasi
    Tahap pengambilan bagian dari tanaman yang berupa jaringan, tunas ujung maupun ketiak ataupun biji yang telah di sterilkan dan ditanam pada suatu medium yang steril di dalam botol. Diharapkan bagian
      tanaman tersebut (eksplan) akan survive dan bebas kontaminasi sehingga dapat meemperbanyak diri.


    2. Tahap Multiplikasi
    Tahap perbanyakan atau penggadaan diri dari eksplan yang telah survive dan bertumbuh. Proses
      ini dapat dilakukan  berkali-kali dengan faktor perbanyakan tertentu yang berbeda untuk setiap jenis tanaman. Eksplan yang sudah bertumbuh dan beranak dipindah-pindahkan kemedium dipindahkan ke medium yang baru.


    3. Tahap Melengkapi  Organ- organ tanaman
    Pada tahap ini eksplan akan membentuk organ–organ daun dan akar
      selanjutnya menjadi tanaman yang lengkap dan siap untuk diaklimatisasi.


    4. Tahap Aklimatisasi
    Proses pemindahan plantlet dari botol ke alam bebas, dengan melalui tahap penyesuaian secara bertahap. Dalam proses ini, bibit di keluarkan dari dalam botol dan dibersihkan, kemudian
      ditanam pada media semi steril pada wadah atau  pot untuk pembesaran selanjutnya.

    dafataman.com


    your comment


    Follow this section's article RSS flux
    Follow this section's comments RSS flux