• - Kilauan Mutiara Bab 25-27

    Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu...
    Bismillaahirrohmaanirrohiim ....

    BAB 25 : Membantah Ahli Bid’ah Harus Dengan As Sunnah

    --------------------------------------------------------------------------------


    228. Umar bin Al Khaththab berkata :
    “Akan datang orang-orang yang akan mendebatmu dengan ayat-ayat mutasyabihat dari Al Quran maka bantahlah mereka dengan As Sunnah karena sesungguhnya Ahlus Sunnah paling tahu kandungan Kitab Allah Azza wa Jalla.” (Al Hujjah 1/313, Asy Syari’ah 58, Ad Darimy 1/62 nomor 119, Al Lalikai 1/123 nomor 202, Al Ibanah 1/250 nomor 83 dan 84, Al Baghawy 1/202)


    229. Ini juga dikatakan Aly bin Abi Thalib. (Al Lalikai 1/123 nomor 203 dan Al Hujjah 1/313)


    230. Ibnu Rajab Al Hanbaly menukil keterangan sebagian ulama Salafus Shalih bahwa dikatakan kepadanya : “Bolehkah seseorang yang mempunyai ilmu tentang As Sunnah membantah ahli bid’ah?”
    Ia menjawab : “Tidak! Tapi hendaknya ia menerangkan As Sunnah itu kalau diterima itu lebih baik baginya dan jika tidak maka (sebaiknya) ia diam saja (jangan berdebat, ed.).” (Bayanu Fadlli Ilmis Salaf ala Ilmil Khalaf halaman 36)


    231. Ibnu Baththah Al Akbary berkata :
    “Hendaknya bekalmu untuk membimbing dan menghentikan bid’ah bersumber dari Al Quran dan As Sunnah serta Atsar yang shahih yang datang dari ulama ummat ini baik dari shahabat maupun tabi’in.” (Al Ibanah 2/541)

     

    BAB 26 : Shifat Al Ghuraba’

    --------------------------------------------------------------------------------

    232. Al Fudlail bin Iyyadl berkata :
    “Ikutilah jalan-jalan petunjuk! Dan tidak akan merugikanmu meskipun sedikit orang yang menempuhnya. Sebaliknya jauhilah jalan-jalan kesesatan! Dan jangan tertipu dengan banyaknya orang-orang yang celaka di dalamnya.” (Al I’tisham 1/112)


    233. Al Hasan Al Bashry berkata :
    “Amal yang sedikit dalam Sunnah lebih baik daripada amalan yang banyak di dalam bid’ah.” (Tahdzibut Tahdzib 10/180)


    234. Beliau juga berkata :
    “Wahai Ahlus Sunnah, berteman baiklah kalian! --Semoga Allah merahmati kamu-- sesunggguhnya kalian adalah kelompok manusia yang sangat sedikit jumlahnya.” (Al Lalikai 1/57 nomor 19)


    235. Dari Yunus bin Ubaid ia berkata :
    “Seorang yang disampaikan kepadanya As Sunnah kemudian menerimanya akhirnya menjadi orang yang asing namun lebih asing lagi adalah yang menyampaikannya. (Beruntunglah orang-orang yang asing, pent.).” (Al Lalikai 1/58 nomor 21 dan Al Hilyah Abu Nu’aim 3/12)


    236. Abu Idris Al Khulaniy berkata :
    “Saya mendengar bahwa dalam Islam ini terdapat tali tempat bergantung manusia dan tali itu akan terurai seutas demi seutas tali maka yang pertama terlepas dari tali itu adalah sifat halim (lemah-lembut) dan yang paling akhir adalah shalat.” (Ibnu Wudldlah 73)


    237. Dari Ibnul Mubarak dari Sufyan Ats Tsauri ia berkata :
    “Berwasiatlah kamu terhadap Ahlis Sunnah dengan kebaikan karena sesungguhnya mereka adalah Ghuraba’ (orang-orang yang asing).” (Al Lalikai 1/644 nomor 49-50)


    238. Dari Yusuf bin Asbath ia berkata, saya mendengar Sufyan Ats Tsauri berkata :
    “Jika kamu mendengar berita bahwa di belahan bumi timur ada seorang Ahli Sunnah dan di barat ada seorang Ahli Sunnah, kirimkanlah salam buat keduanya dan doakan kebaikan untuk mereka! Sungguh alangkah sedikitnya Ahlus Sunnah wal Jamaah itu.” (Ibid)

     

    BAB 27 : Menilai Seseorang Dengan Kecintaan dan Kebenciannya Terhadap Ahlus Sunnah
    --------------------------------------------------------------------------------

    239. Dari Ibnul Madiniy ia berkata bahwa saya mendengar Abdurrahman bin Mahdi berkata :
    “Jika kamu lihat seseorang mencintai Ibnu Aun di kalangan penduduk Bashrah maka percayailah dia. Dan di kalangan penduduk Kufah, Malik bin Mighwal dan Zaidah bin Qudamah maka jika kamu lihat orang mencintai mereka harapkanlah kebaikannya. Demikian pula jika kamu lihat orang mencintai Al Auza’i dan Abu Ishaq Al  Fazary di Syam serta Malik bin Anas di Hijaz.” (Al Lalikai 1/62 no 41)


    240. Ibnu Mahdy berkata :
    “Jika kamu lihat ada penduduk Syam mencintai Al Auza’i dan Abu Ishaq Al Fazary harapkanlah kebaikannya.” (Al Jarh wa Ta’dil 1/217)


    241. Ia juga berkata :
    “Jika kamu lihat ada penduduk Syam mencintai Al Auza’i dan Abu Ishaq Al Fazary maka ia adalah Ahlus Sunnah.” (Ibid)


    242. Dari Ahmad bin Yunus dari Ats Tsaury ia berkata :
    “Ujilah sikap penduduk Mosul terhadap Al Mu’afy bin Imran.” (Tahdzibut Tahdzib 10/180)


    243. Imam Al Barbahary berkata :
    “Menguji keadaan seseorang di dalam Islam adalah bid’ah adapun saat ini maka menguji dilakukan dengan Sunnah.” (Syarhus Sunnah 126 nomor 152 dan Thabaqat Hanabilah 2/38)


    244. Dari Ahmad bin Zuhair ia berkata, saya mendengar Ahmad bin Abdullah bin Yunus berkata :
    “Ujilah penduduk Mosul dengan Al Mu’afy bin Imran. Jika mereka mencintainya maka mereka adalah Ahli Sunnah dan sebaliknya apabila mereka membencinya maka mereka adalah ahli bid’ah sebagaimana penduduk Kufah juga diuji dengan (sikap mereka terhadap) Yahya.” (Al Lalikai 1/66 nomor 58)


    Tags Tags:
  • Comments

    No comments yet

    Suivre le flux RSS des commentaires


    Add comment

    Name / User name:

    E-mail (optional):

    Website (optional):

    Comment: